Ebook

 

 

1. Beribadah dengan benar

2. Kaidah Memahami Sifat Allah

3. 15 Faktor Kokohnya Akidah

4. Mutiara Keindahan Islam

5. Kumpulan Fatwa Syaikh Yusuf Qardhawi

6. 52 Kiat Agar Suami Disayang Istri

7. 76 Karakter-karakter Yahudi Dalam Al-Quran

8. 114 Tips Murobbi Sukses

9. Adab Pergaulan menurut Al-Quran dan As-sunnah

10. Dalam Dekapan Ukhuwah

11. Negeri 5 Menara

12. Islam dakwah Yang Syumul-Syaikh Yusuf Qardhawi

13. Bulughul Maram

14. Halal dan Haram dalam Islam-Syaikh Yusuf Qardhawi

15. Fikih Prioritas-Syaikh Yusuf Qardhawi

Menjadi Muslim Pembelajar Dengan Metode Kenabian

Menjadi Muslim Pembelajar Dengan Metode Kenabian

Hari ini kita menyaksikan perkembangan dunia ilmu pengetahuan yang begitu pesat, teknologi semakin cepat berubah dari waktu ke waktu, sistem informasi dan komunikasipun semakin canggih sehingga memberikan kemudahan bagi aktivitas manusia sehari-hari. Namun, perkembangan dunia pengetahuan saat ini masih didominasi oleh negara-negara dari dunia Barat, sedangkan negara-negara muslim masih berperan sebagai konsumen semata, memakai produk hasil dari peradaban barat. Padahal sebelumnya justru negara-negara baratlah yang belajar dari kejayaan peradaban Islam di masa lalu. Tentunya kita tidak boleh terlarut dengan romantisme masa lalu, memang itu sudah merupakan sunatullah, bahwa kejayaan suatu umat itu dipergilirkan.

Peradaban suatu bangsa tergantung generasi mudanya. Pakar sosiologi berpendapat bahwa kemajuan dan kehancuran suatu bangsa ditentukan oleh generasi mudanya. Pakar itu telah mensurvei universitas-universitas dan institusi-institusi pendidikan. Mereka mencari tahu apa yang menjadi pusat perhatian, kecenderungan, tujuan hidup, dan keinginan generasi muda. Hasil penelitian tersebut kemudian dipresentasikan. Misalnya, mereka mengambil sampel sebuah negara. Ternyata, negara tersebut hanya akan bertahan seratus tahun ke depan. Sebab, perhatian generasi mudanya sangat buruk. Di pikiran mereka hanya wanita melulu.

Ternyata, survey serupa pernah dipraktikkan di Andalusia  1400 Tahun lalu, ketika Portugal bermaksud mengusir kaum Muslimin dari Andalus. Apa yang mereka lakukan?

Pertama, pasukan Portugal tidak akan langsung menyerang Andalus, sebelum mengetahui titik kelemahan tentara kaum Muslimin. Mereka mengirimkan mata-mata dari Portugal ke Spanyol. Mereka bertugas mengawasi tingkah laku anak mudanya. Dalam satu kesempatan, mata-mata tersebut mendapati sekelompok anak muda tengah beradu mulut.

”aku menghafal hadis lebih banyak darimu”, ujar salah seorang dari mereka.

“itu belum seberapa, aku lebih menguasai ilmu kimia daripada engkau”, sahut yang lain tak mau kalah.

”kalau begitu, ayo kita balapan kuda. Kita lihat siapa yang tercepat” tantang yang lainnya.

Melihat hal itu, mata-mata tersebut memerintahkan pasukan Portugal untuk tidak menyerang Andalus sekarang. Selang beberapa tahun kemudian, mereka kembali dan mendapati generasi mudanya sibuk dengan kesusastraan. Hingga pada tahun berikutnya, generasi mudanya tidak lagi seperti generasi sebelumnya. Mereka asyik dengan dunia percintaan. Spontan, mata-mata itu memerintahkan pasukannya untuk segera menyerang. Setelah 800 tahun berkuasa, mereka menaklukan Muslimin hanya dalam dua tiga bulan. Mengapa? Sebab perhatian generasi mudanya sudah tidak  lagi memperhatikan ilmu pengetahuan.

Hal serupa terjadi di negara kita. Kebanyakan orang khususnya generasi muda lebih tertarik pada hal-hal kecil dan kurang bermanfaat. Dunia hiburan seperti dunia entertainment, infotainment, selebriti dan sejenisnya yang miskin nilai pendidikan lebih memikat hati mereka daripada keseriusan untuk membaca dan menelaah buku ataupun berdiskusi untuk mencari solusi berbagai masalah yang dihadapi bangsa kita. Kenyataan seperti inilah yang terjadi.

Mungkin, kita perlu belajar dari Jepang yang hancur lebur terkena bom Atom, kemudian bisa bangkit dari keterpurukan itu. Padahal pada saat yang sama, ketika Jepang hancur oleh bom Atom Amerika dan sekutunya, negara kita memperoleh kemerdekaan dari penjajahan. Saat ini, Jepang sudah menjadi kiblat ilmu pengetahuan, banyak sekali mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu dari negeri sakura itu. Jepang juga merupakan salah satu negara pencipta teknologi-teknologi yang canggih. Hampir semua merk barang elektronik di rumah kita milik Jepang. Begitu juga kendaraan yang membuat macet jalananpun kebanyakan berasal  dari Jepang. Ya, bukan hal yang berlebihan jika kita mengatakan Jepang adalah pesaing Barat. Mengapa bisa? Ya, mereka bisa karena sewaktu Jepang hancur mereka membangun pendidikan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan tentunya karena keseriusan dari para pemudanya dalam mempelajari ilmu pengetahuan.

Sungguh merupakan bencana besar bagi umat yang ayat pertama yang diturunkan mengenai ilmu pengetahuan, “bacalah”. Bahkan dalam Surat Azzumar ayat 9 disebutkan: “katakanlah, Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang mengetahui?sungguh orang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. Rasulullahpun pernah berkata: “barangsiapa yang menginginkan dunia, maka harus mengetahui ilmunya, barangsiapa yang menginginkan akhirat maka harus mengetahui ilmunya, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya maka harus mengetahui ilmunya.

Kunci kejayaan suatu bangsa adalah ilmu pengetahuan. Sudah sewajarnya jika saat ini yang Berjaya adalah peradaban Barat, karena mereka sudah berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan kita hanya menjadi konsumen dan korban dari peradaban mereka. Jadi bagaimana kita menyikapi ini semua? Apa yang menjadi latar belakang keterpurukan umat dalam bidang ilmu pengetahuan? Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, yaitu:

  1. Kita tidak lagi mengapresiasi ilmu pengetahuan. Kita lebih mengapresiasi terhadap bidang lain seperti ajang miss Indonesia, Indonesian Idol, atau kontes-kontes lain yang minim nilai pendidikan dan pengetahuan.
  2. Orientasi ilmu pengetahuan di negara-negara muslim hanya sekadar untuk mendapatkan gelar. Bukan murni demi ilmu pengetahuan. Siswa belajar hanya agar dapat berhasil lulus dalam menempuh ujian. Bahkan menghalalkan segala cara untuk lulus. Kejujuran bukanlah hal yang utama melainkan nilai dalam kertas. Contoh lain, banyaknya Sarjana-sarjana yang tidak pernah duduk di bangku kuliah, mereka membeli gelar dan ijazah. Di Negara kita banyak sekali sarjana seperti ini yang tidak mempunyai tanggung jawab akademik, sungguh memprihatinkan.
  3. Kurangnya pemahaman generasi mudanya terhadap Islam. Ini adalah permasalahan yang prinsipil.
  4. Kita adalah umat yang malas membaca. Padahal buku-buku bacaan sudah banyak tersebar di mana-mana. Kita bisa membaca melalui internet dan beragam media lainnya. Ya generasi muda kita lebih senang menonton sinetron dibandingkan membaca sebuah buku.

Kemajuan peradaban barat memang penyebabnya adalah ilmu pengetahuan. Tapi bagi kita umat muslim, bukanlahlah hal yang ideal jika kita mencontoh metode belajar dari mereka, karena walaupun peradaban mereka saat ini maju, tapi disisi lain yaitu dari segi spiritual sangatlah minim, perkembangan peradaban barat tidak diikuti oleh nilai-nilai spiritual, tak heran jika di negara-negara Barat mereka terkesan individualis, kurang peduli terhadap sesama, dan gaya hidupnyapun liberal, bebas dari nilai-nilai agama, peradaban mereka diwarnai oleh nilai-nilai jahiliyah yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, misalnya di negara-negara barat saat ini banyak sekali pernikahan sejenis. Bahkan pernikahan seperti ini sudah di legalkan oleh negaranya. Sehingga kurang layak untuk kita ikuti. Berbeda dengan peradaban Islam yang gemilang di masa lalu. Peraban Islam di warnai oleh nilai-nilai Islam, nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, manusia bisa hidup berdampingan, sejahtera, dan tentunya memiliki kadar keimanan yang tinggi kepada Allah. Peradaban seperti inilah yang harus kita wujudkan. Peradaban Islami yang memanusiakan manusia. Sebagai seorang muslim, kita tidak hanya dituntut untuk peradabannya saja yang maju, tapi sisi ruhiyahpun harus kuat. Jadi, mari kita contoh tradisi belajar salafushsalih yang sangat bersemangat menuntut ilmu. Kisah-kisah mereka sangat luar biasa, penuh inspirasi, motivasi yang melandasi mereka berakar dari semangat tauhid yang menghunjam dalam hati. Mereka belajar karena mereka mengharap menjadi pribadi-pribadi yang unggul dan bertaqwa. Ketaqwaan selalu bermuara pada amal shaleh. Sementara amal saleh akan sempurna jika dilandasi dengan ilmu yang benar, dan ilmu hanya bisa dicapai melalui belajar.

Tugas kita sebagai generasi muslim adalah mengembalikan tradisi belajar yang telah menjadi fondasi peradaban Islam itu ke dalam diri kita. Sebuah tradisi yang berangkat dari semangat tauhid. Semangat belajar untuk menjadi manusia cerdas sekaligus memiliki karakter yang kuat, proses belajar yang menjadikan diri kita lebih cerdas memandang hidup dan memiliki orientasi hidup yang terang dan jernih.

Begitu banyak yang harus kita pelajari, setidaknya ada 3 wilayah keilmuan yang harus kita kuasai, yaitu:

  1. Ilmu yang terkait dengan dasar-dasar pembentukan karakter (character building) dan potensi diri kita. Ilmu-ilmu yang termasuk dalam kategori ini bisa bersumber dari agama atau ilmu pengembangan diri.
  2. Ilmu yang terkait dengan penguatan hubungan sosial. Seperti ilmu-ilmu humaniora, psikologi, politik, ilmu komunikasi, parenting dan sebagainya.
  3. Ilmu yang berhubungan dengan pengembangan profesi. Ilmu-ilmu ini berhubungan dengan profesi yang akan digeluti. Jika kita ingin menjadi guru maka kita harus menguasai bidang pendidikan.

Terkadang banyaknya ilmu tidak memberi apa-apa bagi pemiliknya. Bertambahnya ilmu tidak semakin menjadikan dirinya bijaksana dan dekat dengan kebenaran, tetapi malah menjauhkannya dari Allah. Tidak ada kebaikan dalam ilmu yang kita kuasai jika tidak ada berkah di dalamnya. Di antara tanda berkah, ilmu yang kita pelajari mampu mendatangkan kebaikan yang bertambah-tambah, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi kehidupan. Agar belajar kita berkah ada 3 hal yang harus kita lakukan:

1. Motivasi yang ikhlas (ikhlas an niyyah)

semata-mata ingin mencari keridhoan Allah dan kemanfaatan dari ilmu yang dipelajarinya, insya Allah kemudahan itu akan diperoleh. Oleh karena itu, kita perlu meluruskan niat ketika belajar.

2. Belajar dengan sebaik-baiknya (itqan al ‘amal)

Aktivitas belajar harus dilakukan sebaik mungkin, dilakukan dengan etos belajar dan profesionalitas yang tinggi. Tidak mempunyai keinginan untuk berbuat curang seperti mencontek, karena hal ini merupakan penyebab hilangnya keberkahan ilmu.

3. Pemanfaatan hasil belajar dengan tepat.

Ilmu yang kita pelajari harus bermanfaat bagi diri sendiri, dan kehidupan.

Tidak berhenti sampai disitu perjalanan kita dalam belajar, tapi perlu metode yang cerdas untuk belajar, kita belajari dari metode belajar salafushalih, yaitu bagaimana menjadi cerdas dengan menata diri, cerdas dengan menjadi guru, cerdas dengan berjamaah, cerdas dengan menata kontribusi.

1.       Cerdas Menata Diri

Dalam menata diri, maka langkah yang ditempuh adalah dengan mengoptimalkan potensi kedirian manusia, yaitu pikiran, mental dan fisik. Langkah awal kita untuk mengubah diri, yaitu dengan menata pikiran kita. Dari pikiranlah tindakan akan dihasilkan. Jika kita ingin membiasakan diri sebagai muslim pembelajar, maka pertama kali yang harus diubah adalah skala pemikiran kita.

Pikiran kita bisa menjadi sumber nutrisi yang diperlukan oleh diri kita, tetapi juga bisa menjadi racun yang mematikan diri kita. Dengan kata lain, kawan dan musuh terbesar kita adalah pikiran kita. Seringkali kesenangan dan kesulitan hidup lebih banyak dikondisikan oleh pikiran kita daripada kenyataan objektif hidup kita. Kadan kala bukan masalah yang membuat kita menjadi berat, tetapi sikap kita dalam menanggapi masalahlah yang menjadikan kita berat.

Penataan pikiran akan menentukan penataan mental/kepribadian.  Dengan demikian, langkah yang harus kita lakukan adalah menata pikiran kita agar jiwa dan tindakan terkondisikan. Hilangkan pikiran-pikiran negative dalam diri kita, karena pikiran negative akan menguras energy jiwa. Ketika energy jiwa terkuras, maka kita akan kehilangan spirit dan motivasi untuk melakukan tindakan. Setelah menghilangkan pikiran-pikiran negative, kita perlu menggantinya dengan pikiran-pikiran yang positif, pikiran-pikiran yang bersumber dari nilai-nilai keislaman kita. Setelah itu, kita harus memvisualisasikan  tujuan hidup kita dengan jelas dan detail. Visualisasi mencoba melukiskan tujuan dan keinginan kita. Memvisualisasikan harapan dan cita-cita kita akan mendorong munculnya semangat dan kemauan yang kuat. Tentunya visualisasi berbeda dengan mengkhayal. Mengkhayal tidak berpijak pada basis rasionalitas dan tidak terstruktur. Sementara itu visualisasi membayangkan sesuatu dengan nyata melalui pijakan basis rasionalitas yang realistis. Dan yang paling penting juga adalah menata pikiran dapat dilakukan dengan do’a. do’a memberikan efek penguatan secara emosional. Lafal-lafal doa yang dipanjatkan dengan khusyuk dan dilandasi keyakinan yang kuat bahwa Allah akan mengabulkan setiap permohonan hambaNya akan meningkatkan motivasi dan optimisme.

Langkah kedua adalah menata mental, ada beberapa langkah dalam menata mental kita, yaitu:

  1. Menumbuhkan kemauan

Ilmu dan kemauan yang kuat adalah rahasia kebesaran kaum muslimin sekaligus kunci keberhasilan mereka mengungguli umat lain.(Muhammad Ahmad Ismail al Muqaddam).

Kemauan merupakan sumber energi yang menggerakan seseorang untuk melakukan amal, kemauan dan tekad merupakan modal untuk melahirkan tindakan. Jika pikiran merupakan akar yang membentuk karakter, maka kemauan dan tekad adalah jembatan yang menghubungkan antara pikiran dan tindakan. Mereka yang mempunyai kemauan yang kuat tentu akan menggapai kesuksesan dengan baik, karena dalam dirinya selalu ada dorongan untuk selalu berbuat dan berkarya.

2. Melahirkan efikasi diri

Setiap pribadi muslim harus memiliki efikasi diri yang baik. Efikasi adalah seperangkat keyakinan tentang kesanggupan melakukan sesuatu untuk meraih kesuksesan hidup yang diinginkannya. Efikasi diri akan memberikan dorongan kepada seseorang untuk mendayakan potensi yang dimilikinya. Mereka yang memiliki efikasi diri yang baik akan menjelma menjadi peribadi yang gigih, ulet dan percaya diri.

3. Mendayakan kesabaran

Salafushshaleh dalam mencari ilmu  dan belajar selalu menjadikan kesabaran sebagai bekalnya, karena dengan kesabaran, mereka akan memiliki daya tahan diri untuk tetap istiqomah dalam belajar, walaupun kesulitan menghadang. Kesabaran merupakan tarbiyah rabbani yang diberikan Allah untuk menempa dirinya agar semakin dewasa.

4. Menciptakan zona nyaman

Zona nyaman yang dimaksud adalah situasi yang membuat kondisi diri kita tidak merasa tertekan dan terbebani. Menciptakan kenyamanan dalam diri berhubungan dengan kualitas ruhiyah kita,  karena kekuatan ruhiyah mampu menjernihkan jiwa, menajamkan akal, sekaligus mednorong munculnya tindakan. Upaya yang dapat ditempuh untuk menajamkan ruhiyah adalah melalui pembershian jiwa (tazkiyatun nafs). Ketajaman dan kejernihan ruhiyah memilik pengaruh yang sangat besar terhadap ketajaman otak, kekuatan fisik, ketenangan jiwa, serta kecemerlangan pikiran seseorang.

Langkah ketiga adalah dengan menata fisik, keadaan fisik kita akan banyak memengaruhi situasi akal dan jiwa kita. Jika fisik kita sehat dan bugar, maka ia akan memengaruhi kondisi akal kita menjadi lebih jernih dan tajam untuk berpikir.akal yang tajam, jiwa yang memancarkan kemauan kuat, serta fisik yang sehat dan bugar akan mengantarkan seseorang pada cita-citanya.

2.       Cerdas menjadi guru

Setiap muslim pada hakikatnya adalah seorang guru. Hasan al Banna, ketika membahas tentang proyek membangun peradaban menyebutkan cita-cita tertinggi yang harus diraih adalah menjadi ustadziyatuln ‘alam (guru bagi alam semesta). Menjadi guru tidak harus bersertifikasi, semangat menjadi guru tidak pula harus dibelenggu oleh kurikulum formal. Guru yang diidamkan muslim pembelajar bukanlah guru formalistik semata, tetapi guru inspiratif, yaitu guru yang memberikan ilmunya pada siapapun atas dorongan iman.

Kita akan belajar tentang cara mengajar yang pernah di contohkan Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam. Cara yang telah melejitkan para sahabat menjadi manusia-manusia unggul dan berkarakter kuat. Keberhasilan terbiyah (pendidikan) para sahabat tidak saja karena risalah Islam ini memang benar dan sesuai fitrah, tetapi juga didukung oleh metode mengajar rasulullah yang menggugah, inspiratif, merangsang nalar dan menghidupkan jiwa, serta kontekstual. Metode rasulullah dalam mentarbiyah para sahabatnya antara lain dengan cara:

  1. Beliau menanamkan struktur berpikir ilmiah yang berpijak pada alasan dan dasar hukum yang valid (shahih) dan jelas (wadhih). Rasulullah tidak hanya mentransfer pengetahuan kepada para sahabat tapi juga menanamkan metode berpikir ilmiah.
  2. Memberi jawaban tidak sekadar pada pertanyaan, tetapi menjawab dengan kaidah umum. Rasulullah pernah ditanya para sahabat, “Ya Rasulullah, kami di tengah laut hanya membawa sedikit air. Jika kami gunakan untuk berwudhu, maka kami pasti kehausan. Apakah kami berwudhu dengan air laut?” Ternyata Rasulullah tidak membatasi jawabannya hanya dengan “YA”. Namun rasulullah member jawaban dengan hokum air laut serta menambah satu kaidah lain. Beliau menujawab, “laut itu suci airnya, halal bangkainya.” Para sahabat hanya bertanya tentang penggunaan air laut, tetapi Nabi memberi jawaban lebih. Beliau menjawab masalah air yang ditanyakan sekaligus memberikan satu kaidah tentang pemanfaatan bangkai binatang laut.
  3. Member perhatian yterhadap potensi murid atau mitra belajar. Masing-masing pribadi memiliki potensi yang berbeda. Pengetahuan terhadap orang lain akan menentukan perlakuan yang akan diberikan kepadanya. Rasulullah pernah bersabda, “ yang paling mencintai umatku adalah Abu Bakar. Yang paling tegas dalam perkara (agama) Allah adalah Umar, Yang paling besar rasa malunya adalah Utsman. Yang paling mengetahui halal dan haram adalah MUadz bin Jabal. Yang paling ahli di bidang Faraid adalah Zaid bin Tsabit. Yang paling bagus tilawahnya adalah Ubay. Masing-masing umat mempunyai orang kepercayaan, dan orang kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin al Jarrah”. (HR Tirmidzi). Begitulah Rasulullah, member perhatian terhadap potensi yang dimiliki para sahabatnya, sehingga para Sahabat bisa menjadi manusia unggul dalam bidangnya masing-masing.
  4. Menghubungkan materi dengan kenyataan sehari-hari. Agar penjelasan kita ini mudah dipahami, buatlah ilustrasi dan perumpamaan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Cara ini selain memudahkan untuk memahami juga menjadi pengait memori yang baik. Manfaat lainnya adalah pembelajaran menjadi lebih menarik dan penjelasan yang abstrak menjadi lebih konkrit sehingga lebih mudah dicerna.
  5. Member aspirasi positif bagi mitra belajar. Rasulullah sangat menjaga spirit dan motivasi para sahabat. Beliau tidak segan memberikan apresiasi positif pada mereka.  Suatu hari Abu Hurairah bertanya, “Siapakah orang paling bahagia memperoleh syafaatmu di hari kiamat?” Rasul menjawab. ”Hai Abu Hurairah, sungguh saya telah menduga bahwa tidak ada seorangpun bertanya kepadaku tentang hadis ini mendahuluimu. Hal itu karena saya mengetahui kesungguhanmu dalam hadis. Orang yang paling bahagia dengan memperoleh syafaatku pada hari kiamat adalah orang-orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illallah secara ikhlas dari hatinya atau dari dalam dirinya”. (HR. Bukhhari). Sebelum menjawab pertanyaan, Rasul memberikan apresiasi positif terlebih dahulu, sepatah pujian atau ungkapan penyemangat mampu mendongkrak kesungguhan atau keseriusan.

3. Cerdas Dengan Berjamaah (bersinergi)

Allah subhanahu wa ta’ala mengajarkan kita makna berjamaah. Fitrah manusia membutuhkan kebersamaan. Berjamaah menjadi keniscayaan. Bersinergi menjadi kunci kesuksesan.

Marilah kita berguru pada semut. Semut mengelola kehidupan koloninya melalui kerja-kerja sinergi yang luar biasa. Ada semut ratu yang bertugas dalam hal reproduksi koloni. Semut jantan yang membuahinya mati, begitu menyelesaikan tugas pembuahan. Ada semut pekerja yang merupakan semut betina yang steril. Mereka bertugas merawat bayi-bayi semut, membersihkan dan member mereka makan. Jika musim paceklik, semut pekerja berubah peran sebagai pemberi makan bagi sesamanya. Ada juga semut yang bertugas membangun koloni dan menemukan lokasi tempat tinggal dan berburu. Semut jenis ini juga berperan dalam pertahanan dan keamanan koloni.

Selain bersinergi dengan sesamanya, kita juga bisa mensinergikan seluruh potensi yang kita miliki. Sinergi selalu menguatkan. Cerdas secara berjamaah bisa diwujudkan dengan beberapa proses,

Berbagi Visi

Sinergi terwujud jika beberapa orang berkumpul karena disatukan oleh visi dan tujuan yang sama. Semakin kuat visi maka akan semakin kokoh proses sinergi. Mereka yang berkumpul untuk bersinergi memiliki tanda psikologis bahwa mereka merasa terikat dengan kelompok (sense of belonging). Tanda psikologis Ini akan menjadikan mereka mengembangkan sikap saling percaya (trust). Sikap ini akan mendorong terbentuknya nilai kerja sama yang memiliki prinsip.

Mengenali potensi

Tidak hanya mengenali potensi diri kita, mengenali potensi orang lain dalam kelompok sangat diperlukan.  Hanya dengan mengenali kekuatan dan potensi orang inilah kita akan mampu memberikan penghargaan atas mereka.  Langkah ini sekaligus menjadi modal bagi kita untuk menjalin hubungan dan sinergi.

Menemukan ide-ide baru

Focus pada kekuatan dan kelemahan akan membantu kita menemukan mutiara gagasan dan ide-ide baru menarik dari orang lain. Kerjasama kreatif baru akan muncul pada saat kita bersinergi.

Tidak ada pahlawan yang dapat menyelesiakan pekerjaan-pekerjaan besar dengan hanya mengandalkan satu sumber energy. Misalnya, dengan hanya mengandalkan energy jiwa tanpa bantuan energy lainnya. Seorang pahlawan bekerja dengan keterlibatan seluruh instrument kepribadiannya,” (Anis Matta, Mencari Pahlawan Indonesia).

4.       Cerdas dengan menata Kontribusi

“kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (QS Al Imron: 110).

Muslim pembelajar adalah orang yang memiliki kesadaran akan makna kediriannya, peran dan fungsinya, serta kenyataan social yang mengelilinginya. Mereka terus berproses untuk menjadi lebih baik. Dalam surat al Imron di atas tersirat tiga hal terkai dengan sorang muslim pembelajar, yaitu:

Pertama, konsep tentang keunggulan umat. Konsep ini menuntun kita untuk menjadi muslim pembelajar karena sesungguhnya keunggulan hanya diperoleh melalui proses pembelajaran atau edukasi (tarbiyah).

Kedua, konsep tentang kesatuan. Untuk menjadi motor penggerak perubahan yang efektif maka muslim pembelajar haruslah dihimpun dalam kesatuan visi. Mereka membutuhkan konsolidasi.

Ketiga, konsep tentang keterlibatan social. Para insane pembelajar bukanlah sekelompok orang-orang cerdas yang tidak bersinggungan dengan masyarakat. Sebaliknya mereka adalah orang-orang yang paling akrab dengan masyarakat. Mereka bekerja di tengah-tengah masyarakat, berpartisipasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Ketika hidup ini hanya untuk diri sebdiri, maka ia akan terasa sangat singkat dan tak bermakna. Tapi ketika hidup ini kita persembahkan untuk orang lain, ia akan terasa panjang, dalam dan penuh makna. (Sayyid Quthb)

Akhir kata, semoga dengan mengikuti proses pembelajaran rasulullah, kita bisa menjadi manusia unggul dalam bidang kita masing-masing, sehingga masing-masing dari diri kita bisa meberikan kontribusi yang nyata bagi umat, dan bisa mengembalikan kejayaan peradaban Islam yang telah runtuh. Mengganti peradaban jahiliyah saat ini dengan peradaban Islam yang mulia. Ya, kita pasti bisa, sabisa-bisa kudu bisa, insya Allah pasti bisa, Harapan Itu Masih ada.  Amin

Wallahu a’lam bishawab.

…………………………………..

—–Yoga Pratama—

15 November 2012 (1 Muharam 1434 H)

 

 

 

Daftar Referensi,

Prophetic Learning, Dwi Budianto

Revolusi Diri, Amru Khalid.

By yogajustice313 Posted in Dakwah

Eep Saefullah: Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar Pasangan Sempurna

Pasangan Calon Gubernur Ahmad Heryawan dan calon wakilnya Deddy Mizwar, disebut-sebut pasangan sipil ‘militer’. “Sipil itu guberunur Kang Aher, dan militernya Jendral Nagabonar Deddy Mizwar,” kata Konsultan Politik Tim Sukses Heryawan, Eep Saefulloh Fatah di Bandung, tadi malam (10/11).

Eep yang selama ini mengaku sebagai ‘Mak Comblang’ kedua calon tersebut sempat pesimis jika keduanya bisa bersatu dan maju dalam Pilgub Jabar. “Betapa sulitnya membujuk Deddy untuk menjadi Cawagub. Tapi ada mudahnya juga mengajak orang baik (Deddy), karena yang membujuknya juga orang baik (Kang Aher),” tuturnya.

Menurutnya, sosok Deddy bukanlah artis yang rindu order atau seorang aktor yang membutuhkan pekerjaan lain. Namun dia ada lah seorang sosok yang ingin membangun Jabar.

Bahkan adanya beberapa artis yang mencalonkan diri dalam Pilgub kali ini juga tidak akan berpengaruh dari segi suara. “Semua artis yang berjuang (calon), adalah murid Deddy Mizwar,” bebernya.

Sementara itu, Deddy secara tegas optimis akan memenangkan Pilgub Jabar dan menjadi orang nomor dua di Jabar selama lima tahun mendatang. “Harus selalu optimis. Tapi semua (calon) itu sahabat-sahabat kita, dan bukan masalah menang atau kalah,” katanya.

Ditanya mengenai program atau strategi khusus, Deddy mengaku belum memilikinya dan belum memikirkannya. “Kita fokus dulu ke pendaftaran dan ikuti aturan yang ada,” pungkasnya.

Saat deklarasi pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar di Bandung kemarin (10/11) Eep Saefullah Fattah memberikan ‘testimoni’ ….

1. Hanya org baik yg bisa mengajak orang baik untuk untuk bergabung menjadi pasangan gubernur dan calon gubernur.

2. Deddy Mizwar bukanlah sosok aktor yg tengah lesu pamornya; melainkan aktor produktif.

3. Deddy Mizwar adalah budayawan dengan pemikiran besar.

4. Kang Aher mengajaknya bukan krn Deddy Mizwar artis, namun di balik nama besarnya Deddy Mizwar ingin memajukan Jabar.

 

5. Deddy Mizwar menyadari betul, Gubernur dan Wakil Gubernur adalah pelayan rakyat.

6. Selama ini Bang Deddy Mizwar bukan berpartai krn percaya di tempatnya berdiri tanpa lambang partai ia bisa berbuat u/ Indonesia.

7. Deddy Mizwar bukanlah org yg berambisi u/ menguasai dinas2 dan duduk di  Gd. Sate. Melainkan untuk berbuat u/ Jabar.

8.Maka, mari teriakkan MERDEKA krn Deddy Mizwar bersedia mendampingi Kang Aher.

 

http://www.pkspiyungan.org

Deddy Mizwar: Kang Aher orang baik, makanya saya mau mendampingi Kang Aher

Majunya aktor kawakan Deddy Mizwar sebagai calon wakil gubernur pendamping Ahmad Heryawan ternyata mendapat dorongan lebih dari kawan seperjuangan Deddy Mizwar, yakni Didi Petet.

Ikut mendampingi saat pasangan Aher dan Deddy Mizwar mendaftar ke KPU, Didi mengatakan bahwa  Deddy sebelumnya meminta masukan untuk maju menjadi cawagub Aher. “Saya bilang kamu sudah saatnya membangun Jabar, dan mengabdi di Jabar,” kata Didi Petet di kantor KPU Jabar, Sabtu (10/11/2012).

Deddy mengatakan, ia berubah pikiran untuk menerima pinangan Aher pada tanggal 4 November 2012. “Sejak tanggal 4 saya sudah menetapkan dan meneguhkan hati untuk maju bersama Kang Aher,” kata Deddy.

Calon gubernur Ahmad Heryawan mengatakan, dipilihnya Deddy Mizwar bukan karena artis dan memiliki popularitas, tetapi karena dia budayawan dan seniman besar. “Dia layak menjadi pendamping saya, dan dia juga akan membawa perubahan dengan menjaga jalannya pembangunan di Jabar,” kata Aher.

Menurut Deddy, ia merasa diberi kehormatan untuk mendampingi Aher. Ia mengaku siap membantu Aher jika terpilih sebagai wakil gubernur. Dalam pandangan Deddy, Pilgub Jabar adalah peristiwa budaya. Rakyat hanya menitipkan kekuasaan. Jika rakyat menghendaki titipannya diambil, ia siap mengembalikannya. “Saya ingin melakukan pengabdian yang lain. Saya melihat Kang Aher orang baik, makanya saya mau mendampingi Kang Aher,” ujar Deddy.

Sebelumnya, saat menggelar sarapan pagi bersama sejumlah jurnalis di sebuah rumah makan di Jalan Riau, Deddy mengaku tidak ada paksaan dari pihak mana pun untuk mendampingi Heryawan. “Saya mempertimbangkan ingin mengabdi pada masyarakat. Saya ingin membantu membangun Jawa Barat menjadi provinsi yang lebih baik lagi,” kata aktor senior yang namanya tenar antara lain lewat film Naga Bonar itu. [tribunnews]

Ahmad Heryawan, gubernur yang kaya akan prestasi

Ahmad Heryawan, Gubernur Religius yang kaya akan Prestasi

H. Ahmad Heryawan terpilih sebagai Gubernur untuk periode 2008-2013. Ia merupakan calon yang diusung Partai Keadilan Sejahtera bersama Dede Yusuf dari Partai Amanat Nasional.

Ahmad Heryawan yang lahir di Sukabumi, 19 Juni 1966 ini adalah seorang politikus, organisatoris dan akademisi. Pengalaman politiknya ia dapatkan saat menjabat ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta (2003-2006) dan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta (2006-2010). Pria yang akrab dipanggil kang AHER juga pernah menjadi wakil ketua DPRD DKI Jakarta (2004-2009).

Sebagai organisator, ia pernah menjadi ketua dan anggota berbagai macam organisasi. termasuk organisasi kepemudaan. Organisasi itu antara lain, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Umat Islam (2004-2009), Ketua Majelis Syuro Persatuan Umat Islam (2009-2014), dan Ketua Pengawas Baziz DKI Jakarta. Kang Aher juga aktif membina beberapa yayasan yang bergerak di bidang social, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Sementara, sebagai akademisi, Kang Aher tercatat pernah mengajar di berbagai Universitas, seperti Lembaga Dakwah Islam Al Hikmah, Universitas Ibnu Khaldun, Ekstension Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (Dosen tidak tetap), dan Pusat Studi Islam al Manar. Juga menjadi pembimbing haji Ummul Quro.

Masa kecil Kang Aher dihabiskan di tanah kelahirannya Sukabumi, Jawa Barat. Ia menjalani pendidikan SD sampai SMA juga di SUkabumi. Sejak remaja, Kang Aher memang sudah aktif mengikuti organisasi. Setelah tamat SD Negeri Salaawi 1 Sukabumi pada tahun 1980, ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri SUkaraja, Sukabumi. Di SMP ia sudah menjadi ketua OSIS dan Ketua Rohis. Kang Aher lulus tahun 1983. Begitu juga saat ia duduk di bangku SMA. Ia keembali menjadi ketua rohis di sekolahnya, SMA Negeri 3 Sukabumi. Kang Aher tamat SMA pada Tahun 1986. Kecintaan tentang agama Islam membuat ia memilih kuliah di Jakarta. Ia masuk Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Kang Aher menjadi sarjana pada tahun 1992. Minatnya di bidang politik tak dapat dilepaskan dari ayahnya yang aktivis Partai Nasional Indonesia. Meskipun Kang Aher sendiri mengungkapkan bahwa factor lingkunganlah yang mendorongnya terjun ke dunia politik.

Ibu kota memang seakan menjadi rumah kedua bagi Kang Aher. Ia menemukan cinta sejatinya juga di Jakarta. Kang Aher menikah dengan Netty Prasetiyani pada 13 Januari 1991. Saat itu, keduanya masih sama-sama kuliah. Kang Aher tengah menyusun skripsi dan Netty baru semester 7. Keduanya bertemu pada November 1990. Dua puluh tahun membina rumah tangga, mereka dikaruniai enam orang anak. Dalam kehidupan rumah tangganya, Kang Aher dikenal sebagai ayah dan suami yang baik. Ia sering membantu istrinya mengurus rumah tangga. Mulai dari memandikan anak, menyiapkan makanan atau sekadar berbelanja ke pasar. Kang Aher tak malu antri bersama ibu-ibu membeli kebutuhan pokok di pasar. Makanan kesukaannya adalah sayur asem, temped an lalap.

Bagi masyarakat Jawa Barat atau lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Barat, kang Aher dikenal dengan sebutan ustadz Gubernur. Setiap berkunjung ke daerah di bawah pemerintahannya, ia diminta untuk memberikan khotbah Jumat. Kang Aher sendiri terbiasa memberikan ceramah pengajian atau khotbah jumat. Sebelum terjun ke dunia politik, ia sudah menjadi ustadz keliling. Ia memberikan ceramah atau khotbah di berbagai mesjid. Tak heran, hal itu dibawanya saat memimpin Jawa Barat. Nuansa keislaman begitu kental di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia sering mengajak staff atau pejabatnya untuk melaksanakan ibadah shalat berjamaah. Baik di kantornya, Gedung Sate maupun rumah dinasnya. Selama masa pemerintahannya, Kang Aher mengadakan pengajian bersama. Itu dilakukannya satu bulan sekali. Tak hanya untuk dakwah, momen itu dipergunakan kang Aher untuk lebih mendekatkan diri pada bawahannya atau masyarakat. Banyak ide-ide tentang pemerintahan dijabarkan dalam pengajian bersama itu.

Pada Pilgub Jabar 2013 nanti, Kang Aher akan maju kembali sebagai Gubernur berpasangan dengan Deddy Mizwar, seorang guru bagi para selebriti, sosok actor yang mempunyai banyak prestasi dalam bidangnya dan telah melahirkan banyak karya, seperti film-film yang bernuansa Islam. Pada pilgub Jabar 2013 ini pertarungan akan diwarnai oleh beberapa selebriti, seperti, Dede Yusuf yang saat ini menjabat wakil gubernur yang dulu diusung Partai Amanat Nasional, namun kali ini Dede maju dengan memakai kendaraan Partai Demokrat, dan Rieke Dyah Pitaloka yang diusung oleh PDI Perjuangan.

Dalam masa pemerintahannya, Kang Aher menunjukan kesungguhannya dalam merealisasikan kebijakan daerah yang pro rakyat dan keberpihakkan APBD kepada publik, diantaranya :

-       Pemenuhan anggaran pendidikan hingga 20%. Dalam rangka merealisasikan target Jawa Barat Bebas Putus Sekolah, anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan gratis bagi pelajar SD-SMP-MI-MTs sejak Januari 2009, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), beasiswa bagi pelajar dan keluarga tidak mampu, pencetakan buku pelajaran gratis, pembangunan 6.000 Ruang Kelas Baru (RKB) pertahun, hingga pemenuhan target renovasi 20.000 ruang kelas. Selanjutnya, Kang Aher sudah merencanakan untuk menggratiskan biaya pendidikan hingga tingkat SMA dan beasiswa kuliah bagi putra daerah yang membutuhkan.

-       Peningkatan anggaran kesehatan dari 1,5% menjadi 10%. Layanan kesehatan dasar menjadi perhatian utama. Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak didukung oleg realisasi pembangunan 200 Puskesmas Mampu PONED (penanganan kegawatdarurata yang terjadi pada ibu hamil, malahirkan, dan nifas), dan beasiswa bagi 1000 bidan desa.

-       Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan bandara internasional untuk akselerasi perekonomian. Pemerataan infrastruktur terutama di fokuskan kedaerah utara dan selatan Jawa Barat.

-       Perhatian pada pembangunan desa melalui Program Desa Mandiri dalam Perwujudan Desa Peradaban di Jawa Barat. Bantuan sebesar Rp 100 miliar rupiah sudah didistribusikan kepada 100 desa terpilih pada tahun 2010. Selanjutnya, bantuan sebesar Rp 150 milar rupiah siap didistribusikan bagi 150 desa terpilih lainnya pada tahun 2012.

-       Alokasi dana bantuan keuangan untuk membantu pembiayaan pembangunan berbagai bidang di 26 kabupaten/kota.

-       Alokasi bantuan sosial untuk memfasilitasi pemberdayaan dan partisifasi masyarakat dalam pembangunan diberbagai bidang, misalnya bantuan 1250 unit traktor bagi kelompok tani dan berbagai bantuan sosial lainnya.

Dalam masa pemerintahannya yang belum genap 5 Tahun, kang Aher telah banyak menorehkan bermacam prestasi dan penghargaan. Pada bulan November 2012 ini Kang Aher telah menerima 75 penghargaan. Sungguh pencapaian yang luar biasa, yang belum pernah diraih oleh gubernur sebelumnya. 75 penghargaan itu antara lain:

TAHUN 2008

1. (1) Penghargaan Pemeringkatan e-Government Indonesia Tingkat Provinsi [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Depkominfo, atas prestasi dalam Provinsi Jawa Barat menduduki tiga besar Pemeringkatan E-Government Indonesia (PeGI).

2. (2) Penghargaan e-Government Award kategori Provinsi [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat] Penghargaan diperoleh dari Warta EkonomiI, atas prestasi dalam bidang penyelenggaraan e-government tingkat Provinsi

3. (3) Penghargaan Adiupaya Puritama, Bali 31 Oktober 2008. [OPD Pengelola : Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat RI, Muhammad Yusuf Asy’ari di Bali. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang pembinaan penyelenggaraan pengembangan perumahan dan pemukiman kategori Pemerintah Kabupaten Tahun 2008.

4. (4) Penghargaan Provinsi Kinerja Terbaik Peringkat Pertama dalam Bidang Jasa Konstruksi, Jakarta 28 Nopember 2008. [OPD Pengelola : Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto kepada Gubernur Jawa Barat di Jakarta. Atas prestasi dalam pencapaian kinerja terbaik peringkat pertama Bidang Jasa Konstruksi.

5. (5) Penghargaan Kamar Dagang dan Industri Pusat, Jakarta 21 Desember 2008 [OPD Pengelola : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, M.S. Hidayat kepada Gubernur Jawa Barat di JCC Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjalin kemitraan dengan Kadin.

TAHUN 2009

6. (1) Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional, 2009 [OPD Pengelola : Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Pekerjaan Umum, atas prestasi dalam pengelolaan jalan dan jembatan.

7. (2) Penghargaan BIDANG PERIKANAN BUDIDAYA [OPD Pengelola : Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat]

Penghargaan diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, atas prestasi dalam bidang Pembudidaya Ikan Pandawa.

8. (3) Penghargaan e-Government Award kategori Provinsi [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Warta EkonomiI, atas prestasi dalam bidang penyelenggaraan e-government tingkat Provinsi.

9. (4) Juara Ke-3 Tingkat Nasional Komunikasi Pertunjukan Rakyat, Yogyakarta 2009 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh Depkominfo pada kegiatan Pekan Informasi Nasional di Yogyakarta, Provinsi Jawa Barat mendapat juara ketiga untuk kegiatan komunikasi pertunjukan rakyat.

10. (5) Penghargaan Agro Inovasi Pengembangan Hortikultura, Jakarta 6 Agustus 2009 [OPD Pengelola : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta. Atas prestasi Gubernur dalam pengembangan hortikultura di Provinsi Jawa Barat.

11. (6) Penghargaan Adiupaya Puritama, Jakarta 20 Agustus 2009 [OPD Pengelola : Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat, Mohammad Yusuf Asy’ari kepada Gubernur Jawa Barat di ruang Birawa Komplek Bidakara Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang perumahan kategori Pembina Pemerintah Kota Metropolitan/Besar. Penghargaan ini diperoleh untuk kedua kalinya pada tahun 2009.

12. (7) Penghargaan Anugerah Aksara, Cilegon 8 September 2009 [OPD Pengelola: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo kepada GubernurJawa Barat di Cilegon Banten. Atas prestasi dalam memberantas buta aksara di Jawa Barat.

13. (8) Penghargaan Daerah Berprestasi Kinerja Keuangan, Ekonomi dan Kesejahteraan, Jakarta 2 November 2009. [Biro Pengelola : Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Srimulyani Indrawati kepada Gubernur Jawa Barat di Jakarta. Penghargaan diberikan karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat masuk kategori Daerah Berprestasi berdasarkan penilaian kinerja keuangan, ekonomi dan kesejahteraan.

14. (9) Penghargaan dari Kemensos RI, Bekasi 3 Desember 2009 [OPD Pengelola: Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, DR H Salim Segaf Al Jufri kepada Gubernur Jawa Barat pada Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) di Istana Wakil Presiden RI. Atas prestasi dalam mewujudkan kesamaan kesempatan bag penyandang cacat.

15. (10) Prestasi sebagai Salah Satu Provinsi Terbaik dalam Hal Integritas Pelayanan Publik, Jakarta 22 Desember 2009. [Biro Pengelola : Biro Pemerintahan Umum Provinsi Jawa Barat]. Pengumuman predikat terbaik ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Mochammad Jasin di Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam optimalisasi pencegahan korupsi pelayanan publik.

TAHUN 2010

16. (1) Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional, 2010 [OPD Pengelola : Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Pekerjaan Umum, atas prestasi dalam pengelolaan jalan dan jembatan.

17. (2) Penghargaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Terbaik, Tahun 2010 [OPD Pengelola : BPPT Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari BPKM RI, atas prestasi dalam bidang investasi.

18. (3) Penghargaan PRIMANIYARTA [OPD Pengelola : BKPPMD Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh atas prestasi dalam Program Pengembangan dan Peningkatan Ekspor Jawa Barat, untuk eksportir berkinerja, pembangunan merk global dan ekonomi kreatif.

19. (4) Penghargaan Sebagai Regional Champion, Jakarta 19 Februari 2010 [OPD Pengelola : BKPPMD Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Penanaman Modal/Kepala BKPM RI di Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai penggerak dan capaian target investasi terbaik pada Tahun 2009.

20. (5) Penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terbaik, Jakarta 27 Mei 2010 [OPD Pengelola : Disnakertrans Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Muhaimin Iskandar di Jakarta. Atas prestasi Gubernur Jawa Barat dalam keberhasilan membina iklim kerja yang sehat dan selamat di Jawa Barat Tahun 2010.

21. (6) Juara MTQ Nasional, Bengkulu 12 Juni 2010 [Biro Pengelola : Biro Yansos Setda Provinsi Jawa Barat]

Provinsi Jawa Barat keluar sebagai juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 di Bengkulu. Jawa Barat meraih 9 medali emas, 6 perak, dan 2 Perunggu, dengan jumlah nilai 65. Jawa Barat unggul pada cabang Hifzil Qur’an dengan memperoleh 4 emas, 1 emas Golongan 10 Juz Putra, 2 emas Golongan 20 Juz putra putri, dan 1 emas di golongan 30 juz putra.

22. (7) Penghargaan Lencana Dharma Bakti, Cibubur 14 Agustus 2010 [Organisasi Pengelola : Kwartir Daerah Jawa Barat]

Penghargaan diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Cibubur. Lencana Dharma Bakti diberikan kepada Gubernur atas jasa dan sumbangannya bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan gerakan kepramukaan di dunia.

23. (8) Penghargaan Bidang KB, Manggala Karya Kencana, 10 November 2010 [OPD Pengelola :Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Jawa Barat]

Penghargaan diberikan oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Atas jasa-jasa yang sangat menonjol dalam menggerakkan peran serta masyarakat untuk mencapai keberhasilan Program KB Nasional.

24. (9) Penghargaan Ksatria Bakti Husada, Jakarta 12 November 2010 [OPD Pengelola : Dinas Kesehatan Provins iJawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih di Jakarta. Penghargaan ksatria Bakti Husada diberikan kepada individu yang dengan sukarela telah menyumbang tenaga, pikiran dan pengetahuannya di dalam mengembangkan program kesehatan.

25. (10) Penghargaan Mitra Bakti Husada, 12 November 2010 [OPD Pengelola : Dinas Kesehatan Provins iJawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Kesehatan RI kepada individu, kelompok/lembaga dalam bidang pengembangan program kesehatan.

26. (11) Penghargaan LPSE JABAR TERBAIK NASIONAL, Balikpapan 23 November 2010 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Atas prestasi sebagai penyelenggara lelang secara elektronik terbaik Tingkat Nasional Tahun 2010.

27. (12) Penghargaan Presiden Bidang Pertanian, 3 Desember 2010 [OPD Pengelola : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Atas prestasi Gubernur Jawa Barat dalam meningkatkan sektor pertanian.

28. (13) Penghargaan Adibakti Mina Bahari, Balikpapan 13 Desember 2010 [OPD Pengelola : Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono di Balikpapan, Kalimantan Timur. Atas prestasi Jawa Barat dalam meraih Juara Umum meraih 5 kategori Bidang Perikanan Budidaya, Bidang Perikanan Tangkap, Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan serta Bidang Pengawasan.

TAHUN 2011

29. (1) Penghargaan BKN Award [OPD Pengelola : BKD Provinsi Jawa Barat] Penghargaan diperoleh atas prestasi Pemerintah Provnsi Jawa Barat dalam Pengelola Manajemen Kepegawaian Terbaik Tahun 2011.

30. (2) Penghargaan LPSE PROVINSI TERBAIK, 2011 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Atas prestasi sebagai penyelenggara Paket Lelang Terbanyak Semester I dan II Tahun 2011.

31. (3) Penghargaan Infrastruktur Tingkat Nasional, 2011 [OPD Pengelola : Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Pekerjaan Umum, atas prestasi dalam mengatasi kemacetan dan kemantapan jalan dengan pembangunan infrastruktur kebinamargaan di Jawa Barat.

32. (4) Penghargaan Penyusun Proposal Terbaik Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kemenkominfo dalam penyusunan proposal MPLK.

33. (5) Penghargaan sebagai BAZDA Provinsi Terbaik. [OPD Pengelola : BAZDA Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari BAZNAS atas prestasi dalam Manajemen Pengelolaan Zakat.

34. (6) Penghargaan Adibaktitani [OPD Pengelola : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan tersebut diperoleh atas prestasi di bidang Peternakan.

35. (7) Penghargaan Upakarti Pengembangan IKM. [OPD Pengelola : Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dibidang Jasa Pengabdian, Jasa Kepeloporan, Jasa Kepedulian, dan IKM Modern.

36. (8) Penghargaan Indonesia Good Design Selection (IDGS). [OPD Pengelola : Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dibidang Desain Terbaik untuk lima perusahaan (alatmusik, kerajinan, fashion dan accessories, serta furniture), Penghargaan bagi UKM dalam rangka “PANGAN AWARD” untuk kategori diversifikasi produk, kreasi kemasan menarik, inovasi produk dan bahan baku

37. (9) Penghargaansebagai Provinsi Produsen Padi Terbesar Tingkat Nasional [OPD Pengelola : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan tersebut diperoleh atas prestasi pencapaian produksi padi sebesar 11.322.681 Ton GKG.

38. (10) Penghargaan Enterpreneurship Development, Jakarta 2 Februari 2011 [OPD Pengelola : Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koperasi dan UKM di Jakarta. Atas prestasi Gubernur Jawa Barat sebagai kepala daerah terbaik dalam pengembangan kewirausahaan.

39. (11) Rekor Muri Kendaraan Terbanyak Uji Emisi Gas Buang, Bandung, 21 april 2011 [OPD Pengelola : BPLHD Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Museum Rekor Indonesia (MURI) kepada Gubernur Jawa Barat di Bandung. Atas prestasi memecahkan rekor MURI untuk kendaraan terbanyak yang mengikuti uji emisi gas buang, total 1.089 kendaraan dalam waktu 6 jam.

40. (12) Anugerah Pangripta Nusantara, Jakarta 28 april 2011 [OPD Pengelola : Bappeda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas diserahkan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono kepada Gubernur Jawa Barat di Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan perencanaan pembangunan terbaik dan dinilai sukses meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan Daerah.

41. (13)Juara Ke-3,Perlombaan Pertunjukan Kesenian sebagai Media Informasi, 19 Mei 2011 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Kontingen Jawa Barat terpilih menjadi juara ke-3 Perlombaan Pertunjukan Kesenian sebagai Media Informasi pada acara Pekan Informasi Nasional (PIN)

42. (14)Penghargaan Pengelolaan Sumber Daya Genetik Hewan, Kaltim 23 Juni 2011 [OPD Pengelola : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI atas prestasi di bidang pengelola sumber daya genetik hewan.

43. (15) Anugerah Bhawa Sasana Desa, Cirebon 9 Mei 2011 [Biro Pengelola : Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar kepada Gubernur Jawa Barat di Cirebon. Atas prestasi Gubernur Jawa Barat dalam membina dan mengembangkan 60 Desa atau Kelurahan untuk sadar hukum. Hal ini menunjukan bahwa Jawa Barat merupakan wilayah yang prosentase kesadaran hukumnya tertinggi di Indonesia.

44. (16) Penghargaan Inclusife Education Award, Manado 12 september 2011 [OPD Pengelola : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Perwakilan Kementrian Pendidikan Nasional pada pembukaan ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) X di Manado, Sulawesi Utara. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan pendidikan inklusif (penyandang ketunaan). Pemberian penghargaan bagi anak dengan kebutuhan khusus ini didukung USAID.

45. (17) Adiupaya Puritama, Jakarta 22 September 2011 [OPD Pengelola : Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera), Soeharso Monoarfa kepada Gubernur Jawa Barat di Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membina penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman untuk skala kota menengah/kecil tahun 2011.

46. (18) Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama, Bandung 23 September 2011. [OPD Pengelola : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada Gubernur Jawa Barat di Bandung. Atas jasa dan pengabdian dalam pembangunan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni di Jawa Barat dan ITB.

47. (19) Penghargaan Anugrah Media Humas, 27 Oktober 2011 [Biro Pengelola : Biro Humas, Protokol dan Umum Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Bakohumas Nasional, atas prestasi juara umum kategori penerbitan majalah internal, plakat dalam bentuk angklung dan kategori laporan.

48. (20) Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik, Surabaya 8 November 2011 [Lembaga Pengelola : Komisi Informasi Publik Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Komisi Informasi Pusat atas prestasi Pemerintah Provnsi Jawa Barat dalam pelaksanaan keterbukaan informasi kepada publik.

49. (21) Penghargaan PeGI Tahun 2011 Tingkat Provinsi, Jakarta 9 Nopember 2011 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementerian Kominfo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kominfo, untuk tingkat Provinsi, Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama

50. (22) Penghargaan Swasti Saba, 11 November 2011 [OPD Pengelola : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Kesehatan RI, atas jasa pembinaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bidang SDM Kesehatan.

51. (23) Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala, 12 November 2011 [OPD Pengelola : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh dari Kementeriaan Kesehatan RI, dalam hal menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat.

52. (24) Doktor Honouris Causa dari Youngsan University Korea Selatan, 15 November 2011 [OPD Pengelola : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat] Pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan diserahkan oleh Rektor Youngsan University di Korea Selatan. Atas apresiasi Gubernur Jawa Barat dalam pembangunan infrastruktur, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan pendidikan, yang dinilai semakin membaik.

53. (25) Penghargaan Adibakti Tani, Jakarta 29 November 2011 [OPD Pengelola : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri Pertanian RI atas prestasi di bidang Pertanian.

54. (26) Penghargaan CSR For Indonesia Sustainability Summit and Award 2011, Bali 8 Desember 2011 [OPD Pengelola : Bappeda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diberikan oleh La Tofi pendiri La Tofi School of CSR di Ubud Bali. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam keberhasilan penyelenggaraan CSR Tahun 2010.

55. (27) Adibakti Mina Bahari, Dumai Riau 11 desember 2011 [OPD Pengelola : Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Boediono kepada Gubernur Jawa Barat di Dumai Riau. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai juara umum dalam meningkatkan produksi perikanan melalui Program GEMAR dan Program GAPURA.

56. (28) Satya Lencana Kebaktian Sosial, Yogyakarta 19 Desember 2011 [OPD Pengelola : Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan satya lencana diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kompleks Pelataran Candi Prambanan Yogjakarta. Atas prestasi Gubernur Jabar dalam pelaksanaan program kesetiakawanan sosial di Jawa Barat.

57. (29) Anugerah Parahita Ekapraya Pratama, Jakarta 22 Desember 2011 [OPD Pengelola : Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Balai Kartini Jakarta. Atas prestasi keberhasilan dan berkontribusi nyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung penerapan dan pelaksanaan pengarusutamaan gender (PUG), pemberdayaan perempuan (PP), perlindungan anak (PA), serta upaya pemenuhan hak anak.

58. (30) Transmigration Award, Jakarta 28 Desember 2011 [OPD Pengelola isnakertransProvinsiJawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat di Hotel Bidakara Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan transmigrasi dari waktu ke waktu.

 

TAHUN 2012
59. (1) Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2011, Jakarta 17 April 2012 [Republika]. Anugerah Tokoh Perubahan Republika 2011 diserahkan oleh Komisaris Utama PT. Republika Mandiri, Adi Sasono kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Djakarta Theatre Building Lt 2, Jakarta. Tokoh nasional lainnya yang mendapatkan penghargaan serupa, yakni Hatta Rajasa, Amran Nur, Abdullah Syukri Zarkasyi, dan Heppy Trenggono

60. (2) Anugerah Perencanaan Terbaik PANGRIPTA NUSANTARA 2012: Provinsi Terbaik I, Jakarta 25 April 2012 [OPD Pengelola : Bappeda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas diserahkan oleh Menteri PPN/Bappenas di Hotel Bidakara Jakarta. Atas prestasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2012.

61. (3) Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Jakarta 25 April 2012 [OPD Pengelola inas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan disampaikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di gedung Smesco Jakarta. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai berhasil dalam melakukan pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Barat

62. (4) Penghargaan Provinsi Dengan Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Terbaik Tahun 2011, Jakarta 16 Mei 2012 [OPD Pengelola : Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koodinator Bidang Perekonomian pada pembukaan Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) III TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) tahun 2012, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

63. (5) Opini BPK RI: Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Bandung 28 Mei 2012 [OPD Pengelola : Biro Keuangan Setda Provinsi Jawa Barat]. Penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) disampaikan oleh BPK RI dalam acara Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat. Penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diperoleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2011.

64. (6) Penghargaan Satyalancana Wira Karya Bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana, Mataram 30 Juni 2012

[OPD Pengelola :Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ProvinsiJawa Barat]. Penghargaan disematkan langsung oleh Wakil Presiden RI pada acara puncak peringatan Hari Keluarga ke-XIX tingkat Nasional tahun 2012 di eks Bandara Selaparang Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Daerah yang telah berperan secara aktif dan dipandang berhasil di tingkat nasional menyukseskan program kependudukan dan keluarga berencana.

65. (7) Penghargaan Bagi Gubernur atas Komitmen Terhadap Pengembangan Penyuluhan Pertanian Tingkat Provinsi Tahun 2012, Lampung 30 Juni 2012 [OPD Pengelola : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas komitmennya terhadap penyuluhan pertanian sebagai Gubernur Peduli Pengembangan Penyuluhan Pertanian. Penganugrahan penghargaan tersebut diserahkan oleh Mentan DR. Ir. Suswono, MMA pada acara puncak Jambore Penyuluhan (Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian) se-Indonesia 2012 pada 30 Juni 2012 di Lapangan Mulyo Jati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Provinsi Lampung.

66. (8) Penghargaan Wanasara, Jakarta 4 Juli 2012 [OPD Pengelola : Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan diperoleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas komitmennya dalam peningkatan gizi masyarakat melalui protein hewani yang dikenal dengan kampanye SDTI (Susu, Daging, Telur dan Ikan) yang disampaikan oleh Menteri Pertanian RI DR. Ir. Suswono, MMA pada acara pembukaan Indo Livestock Ekspo and Forum Tahun 2012 di JCC Senayan Jakarta.

67. (9) Satyalencana Pembangunan Bidang Koperasi, Palangkaraya 12 Juli 2012 [OPD Pengelola : Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi Jawa Barat]. Penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden pada acara Peringatan Hari Koperasi Ke-65 Tingkat Nasional di Palangkaraya Kalimantan Tengah. Gubernur Jawa Barat menerima Penghargaan tersebut karena dinilai berperan besar dalam pemberdayaan KUMKM di Jawa Barat.

68. (10) Juara Ke-2 Tingkat Nasional , Perlombaan Media Pertunjukan Rakyat, Menado 22 Mei 2011 [OPD Pengelola : Diskominfo Provinsi Jawa Barat]. Kontingen Jawa Barat terpilih menjadi juara ke-2 Tingkat Nasional Perlombaan Media Pertunjukan Rakyat pada acara Pekan Informasi Nasional (PIN) di Kota Menado Sulawesi Utara.

69. (11) Penghargaan Adi Karya Bhakti Praja (AKBP) Tahun 2012, Jakarta 14 Agustus 2012 [Biro Pengelola : Biro Pemerintahan Umum Setda Jawa Barat]. Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, berhasil meraih gelar juara pertama Lomba Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2012 dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan diserahkan oleh Sekjen Kemendagri Dra. Diah Anggraeni di Hotel Redtop Jakarta.

70.(12) Penghargaan Laporan Keuangan Opini Terbaik Wajar Tanpa Pengecualian, Jakarta tanggal 11 September 2012. [Biro Pengelola : Biro Keuangan]. Di sampaikan Wakil Presiden RI atas Keberhasilan Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan dengan Capaian Standard Tertinggi dalam akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah.

71.(13) Penghargaan “Sistem Resi Gudang Award”, Surabaya Tgl 20 September 2012 [OPD Pengelola: Dinas Perindustrian dan Perdagangan]. Dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia atas dukungan dalam Pelaksanaan Sistem Resi Gudang di Wilayah Jawa Barat. Diberikan di Oleh Wakil Menteri Perdagangan.

72. (14) Adiupaya puritama terbaik pembina Kabupaten dari Menteri Perumahan Rakyat, Jakarta 5 Oktober 2012

73. (15) Adiupaya puritama terbaik pembina Kota Menengah/Kecil dari Menteri Perumahan Rakyat, Jakarta 5 Oktober 2012

74. (16) Adiupaya puritama terbaik pembina Kota Metropolitan dari Menteri Perumahan Rakyat, Jakarta 5 Oktober 2012

75. (17) Penghargaan di bidang pembinaan hokum oleh MenKumHam atas keberhasilannya atas peran serta dalam memajukan pembinaan bagi warga binaan Permasyarakatan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah tahanan Negara di provinsi Jawa Barat. 8 Oktober 2012.

Klik disini untuk Pergi ke Website Ahmad Heryawan

Ghazwul Fikri dan Upaya Membentengi Umat

  1. A.    Ghazwul Fikri

            Ghazwul fikri secara bahasa berarti perang pemikiran, secara lebih khusus bisa diakatakan serbuan pemikiran, sebab ghazwul fikri lebih merupakan serangan sepihak. Dengan ghazwul fikri seorang muslim tidak perlu keluar dari agamanya, tapi mengikuti pandangan dan prinsip hidup yang jauh dari nilai-nilai Islam.

Ghazwul fikri telah dilakukan oleh para orientalis Barat sejak beberapa ratus tahun yang lalu sebagai warisan dari perang salib dan kolonialisasi alias penjajahan yang mereka lancarkan di Negara-negara muslim. Tujuannya adalah untuk memperlemah akidah, ghirah, dan kecintaan umat Islam terhadap agama Islam. Dengan lemahnya umat Islam, mereka mudah memecah belah dan menguasai (devide et impera) alias menjajah semua segi kehidupan umat Islam. Akhirnya, umat Islam akan turut ke mana angin dihembuskan oleh penjajahnya.

Perang pemikiran menyangkut berbagai aspek kehidupan manusia. Tidak hanya mengenai masalah-masalah ilmu pengetahuan, tapi juga seluruh dimensi kehidupan diawali dengan pemikiran itu sendiri. Salah satu upaya penjajah itu adalah memasukkan pemahaman bahwa Islam itu hanya sebatas ibadah mahdhah, titik! Tidak ada ekonomi dalam Islam, tidak ada politik dalam Islam, dan sebagainya, sehingga mereka leluasa menyusupkan ideologinya-baik kapitalisme maupun komunisme ke dalam memori-memori umat Islam. Mereka pisahkan antara dunia dan akhirat, masing-masing dari keduanya tidak berhubungan dan tidak saling mempengaruhi.

Sejak masuknya sekularisme ke dunia Islam, baik melalui kolonialisme maupun interaksi budaya, dunia pemikiran Islam hampir tak pernah tenang dan tenteram. Polemik dan benturan pemikiran senantiasa mewarnai perjalanan peradaban Islam. Hampir setiap negeri muslim menyimpan sekurang-kurangnya dua kubu pemikiran: kubu Islam dan kubu sekuler. Misalnya di Mesir, perdebatan dalam bidang pemikiran terkadang sampai ke tingkat serius. Dahulu, ada Ali Abdul Raziq, penulis kitab al islam wa Ushul al Hukum. Ia diajukan ke sidang Dewan Guru Besar Al Azhar akibat karyanya yang menafikan peran politik rasulullah saw.  Di Indonesia pun serupa, pergulatan pemikiran antara kubu Islam dan kubu sekular terjadi. Misalnya pada zaman kemerdekaan, kubu Islam yang dipelopori oleh M. Natsir dengan Partai Masyumi-nya atau Kartosoewirjo dengan gerakan NII-nya yang menginginkan agar Indonesia berdasarkan syariat Islam, dan kubu Nasionalis sekular yang menentang Indonesia berdasarkan syariat Islam, yang akhirnya membuahkan keberhasilan yaitu menghapus 7 kata dalan piagam Jakarta (Dengan Kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya). Kubu sekular dengan berbagai dalilnya mengatakan bahwa Indonesia adalah Negara pluralis yang terdiri dari berbagai agama tidak cocok jika berdasarkan syariat Islam. Padahal jika dilihat dari teksnya saja, sama sekali tidak ada hak yang terenggut dari penganut non muslim, karena di piagam Jakarta disebutkan ”Kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”, orang Kristen tidak akan dipaksa untuk menggunakan jilbab, ataupun disuruh shalat. Karena Islam sendiripun melarang umatnya untuk memaksa masuk Islam, bahkan di al quran disebutkan, untukku agamaku untukmu agamamu.

Pada era reformasipun pergulatan pemikiran antara Islam dan Sekularisme masih terjadi bahkan lebih dahsyat lagi, akibat euforia reformasi yang membakar sebagian besar masyarakat Indonesia, lahirlah gerakan-gerakan baru baik dari kubu Islam ataupun kubu sekuler, seperti munculnya ormas-ormas bernuansa Islam, partai politik Islam, organisasi mahasiswa Islam seperti KAMMI, LDK di berbagai kampus. Tapi di kubu sekularpun lahir gerakan-gerakan berbahaya bagi pemikiran dan akidah umat Islam. Misalnya Jaringan Islam Liberal yang dipelopori oleh Ulil Abshor Abdala yang merisaukan umat Islam dengan Fikih Lintas agamanya, atau pendapat-pendapat para aktivisnya yang menghalalkan homo seksual seperti Musdah Mulia.

Bila ditelusuri akar permasalahannya, kita dapat menemukan bahwa ada dua kekuatan besar yang bertarung di panggung pemikiran; Islam melawan sekularisme. Islam adalah pemikiran asli pribumi sedangkan sekularisme adalah pendatang dan sekaligus penjajah karena datang memang bersamaan dengan kolonial. Pemikiran yang melandasi pola berpikir kaum muslimin seharusnya pemikiran Islam yang mengacu kepada Al quran dan sunnah. Akan tetapi, ketika barat menjajah negeri-negeri Islam, mereka turut menyebarkan paham sekularisme yang merupakan mainstream mereka. Meskipun kemerdekaan telah direbut dari tangan penjajah dan beralih ke tangan pribumi, kemerdekaan itu semu. Negara kita masih bergantung kepada negara lain, seperti dalam hal teknologi dan industri adalah produk impor. Yang lebih parah, kita masih mengikuti Barat dalam arah, aliran dan sistemnya, yaitu dalam politik dan pemikiran. Kita menjadikan Barat sebagai kiblat dalam hukum dan ekonomi kita, dalam pemikiran dan kebudayaan kita, baik liberalism maupun sosialisme. Hasil pengekoran kepada Barat dalam pemikiran adalah kehampaan rohani, keguncangan akidah, kegelisahan jiwa, dan kebingungan akal yang menimpa generasi penerus di negara-negara muslim.

Secara umum, saat ini di dunia hanya ada 3 kekuatan idelogi:

  1. Ideologi liberalisme (turunan dari kapitalisme) yang dipelopori oleh  Barat atau yang dinamakan dengan dunia bebas, yang mempunyai banyak aliran dan penerapan, seperti ekonomi liberal, Feminisme, kesetaraan gender, dll.
  2. Ideologi sosialisme yang dipelopori oleh pengikut Karl Marx, yang terbagi menjadi banyak aliran dan penerapannya.
  3. Ideologi Islam, Konsep ini bukan lahir atas pikiran manusia, melainkan wahyu dari Allah.

Adapun ideologi lain selain ketiga ini hanyalah sebagai cabang dan perluasan dari idelogi-ideologi ini.

Perang pemikiran yang dilancarkan musuh-musuh Islam tidak lepas dari dukungan Informasi dan pengetahuan yang sebagian besar dikuasai oleh musuh-musuh Islam. Sebagai contoh, dewasa ini, generasi muda kaum muslim sedang dijangkiti wabah fenomena boy band dan girl band ataupun yang terbaru adalah tarian kuda ala gangnam style yang merupakan pengaruh budaya korea selatan. Dapat dikatakan wabah ini terjadi akibat dari kecanggihan rekayasa informasi global. Menurut Peter F Drucker, informasi telah berhasil memaksakan selera dan idola bagi masyarakat dunia, bahkan informasi yang bersifat global mampu melemahkan dan menghancurkan identitas nasional dan menggantikannya dengan identitas kebudayaan baru. Sehingga informasi (pengetahuan) menjadi faktor penentu bagi eksistensi masyarakat baru yang dikatakan Drucker sebagai “masyarakat pascakapitalis”. Dalam masyarakat pascakapitalis sumber ekonomi dasar bukan lagi modal, sumber daya alami bukan pula tenaga kerja, tetapi pengetahuan.

Arus informasi yang tidak berimbang dan terkesan satu arah: dari Negara-negara maju (yang umumnya Negara-negara sekular yang memusuhi Islam) ke negara dunia ketiga (negara-negara berkembang, kebanyakan negara-negara muslim tergolong negara berkembang) membuat negara-negara maju leluasa melakukan rekayasa informasi global dan memaksakan nilai-nilai dan budayanya. Hegemoni informasi global kubu sekular ini mempunyai peranan besar dalam membentuk sebuah opini di masyarakat. Peristiwa  11 September 2001 lalu, Amerika sukses membentuk opini masyarakat dunia dengan slogannya war on terror terhadap Jihad. Amerika memposisikan bahwa Islam adalah musuh bersama. Senada dengan yang terjadi di negara kita, isu terorisme yang sering diangkat di media yang cenderung memposisikan Islam sebagai terdakwa. Sering kali kita jumpai di pemberitaan terkait teroris pasti selalu dikaitkan dengan jihad. Sehingga opini yang terbentuk dimasyarakat teroris itu identik dengan jihad, jilbab, jenggot. Padahal itu semua merupakan sebuah ajaran Islam yang mulia.

Dibandingkan dengan perang fisik atau militer, maka perang pemikiran memiliki beberapa keunggulan:

  1. Dana yang dibutuhkan tidak sebesar dana yang diperlukan untuk perang fisik
  2. Sasaran tidak terbatas
  3. Serangannya dapat mengenai siapa saja, dimana saja dan kapan saja
  4. Tidak ada korban dari pihak penyerang
  5. Sasaran yang diserang tidak merasakan bahwa sesungguhnya dirinya dalam kondisi diserang
  6. Dampak yang dihasilkan sangat fatal dan berjangka panjang

Tujuan dari perang pemikiran diantaranya:

1. Perusakan akhlak

Dengan berbagai media musuh-musuh Islam melancarkan program-program yang bertujuan merusak akhlak generasi muslim. Medianya bisa berupa majalah, TV dan musik. Dalam media itu seringkali ditampilkan tokoh-tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas-jelas jauh dari nilai-nilai Islam, mulai dari cara berpakaian, gaya hidup dan ucapan-ucapan yang mereka lontarkan. Akibatnya generasi muda mengidolakan mereka. Fenomena cheribelle dan smash di tanah air saat ini misalnya.

2. Perusakan pola pikir.

Melalui media juga mereka menyajikan berita yang tidak jelas kebenarannya, melakukan penyesatan opini. Seringkali mereka memojokkan posisi kaum muslimin. Di Indonesia sendiri, dunia pertelevisian dikuasai sekurang-kurangnya oleh 3 kekuatan politik sekular (HT,CT,ARB), walaupun kadar sekularnya saja yang berbeda. Tetapi yang terlihat paling menonjol dalam melakukan penyesatan opini terhadap kaum muslimin adalah Metro TV. Pemberitaan terkait fitnah terhadap rohis yang mengatakan bahwa rohis adalah generasi muda teroris telah sukses menyesatkan sebagian orang tua siswa yang melarang anaknya aktif di rohis.

3. Sekularisasi pendidikan

Hampir di seluruh negeri muslim berdiri model pendidikan sekolah yang lepas dari nilai-nilai keagamaan. Mereka sengaja memisahkan antara agama dengan ilmu pengetahuan di sekolah. Sehingga muncullah generasi-generasi terdidik yang jauh dari agamanya. Ironisnya, virus sekularismepun sudah menjangkiti institusi pendidikan Islam seperti UIN, bahkan bisa dikatakan saat ini UIN merupakan sarang dari JIL. Terutama di fakultas-fakultas syari’ah, karena pendidiknya banyak lulusan dari Amerika. Mereka belajar islam pada para orientalis, sehingga keliru dalam memahami Islam. Penggantian logo UIN Jakarta merupakan tanda dari sekularisasi pendidikan.

4. Pemurtadan

Maraknya kristenisasi di tanah air dengan cara menawarkan bantuan ekonomi, mulai dari bahan makanan, rumah, jabatan, sekolah dan lainnya untuk menggoyahkan iman orang-orang Islam.

Dalam konferensi al Quds untuk para pastor pada tahun 1935, Samuel Zwemer mengatakan: ”sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan orang-orang Islam dari agamanya menjadi pemeluk agama kalian. Tetapi menjauhkan mereka dari agamanya (al Quran dan Sunnah). Sehingga mereka menjadi orang-orang yang putus hubungan dengan Tuhannya dan sesamanya (saling bermusuhan), menjadi terpecah belah dan jauh dari persatuan. Dengan demikian kalian telah menyiapkan generasi-generasi baru yang akan memenangkan kalian dan menindas kaum mereka sendiri sesuai dengan tujuan kalian”.

Sebagai kaum muslimin kita merasa prihatin ketika menyaksikan berbagai penyebaran opini yang menyesatkan justru dilakukan oleh orang-orang yang bergelar kiai haji atau dikenal sebagai tokoh Islam. Jika penyebaran opini ini dilakukan oleh mereka yang non muslim bukanlah sesuatu hal yang aneh, karena di dalam al quran pun disebutkan bahwa kaum yahudi dan nasrani itu tidak akan pernah ridha dan rela sampai kaum muslimin mengikuti agama mereka.

B.     Upaya Membentengi Umat

Sebagai kaum muslimin yang bersyahadat sudah sepatutnya kita menjadikan Islam sebagai pedoman dan petunjuk bagi masyarakat dalam setiap bidang, baik materi maupun maknawi. Akidah masyarakat haruslah akidah Islam, syiarnya adalah syiar Islam, pemikirannya adalah pemikiran Islam, akhlak dan pendidikannya berlandaskan Islam, dan perundang-undangannya adalah  perundang-undangan Islam.

1. Aspek Rohani dan Moral

Sebagai Agama yang sempurna, Islam memberi perhatian terhadap jasmani manusia, agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang sehat dan kuat. Islam juga memberi perhatian kepada rohani manusia. Makanan rohani adalah ilmu yang bermanfaat, iman yang benar, ibadah yang ikhlas, dan akhlak yang baik. Dalam Islam semua itu diatur, Tinggal kita apakah mau memenuhi kebutuhan rohani atau tidak. Untuk membentengi umat ada beberapa hal yang perlu dipahamkan pada masyarakat:

  • Menghidupkan makna-makna syahadat.
  • Mendidik umat agar bertaqwa kepada Allah
  • Menetapkan nilai-nilai akhlak yang murni yang bersumber pada al quran dan sunnah
  • Bangga dengan ajaran Islam, yang berupa akidah, syariat, peradaban, dan peraturan hidup
  • Menjaga syiar-syiar Islam
  • Menghidupkan fungsi masjid
  • Melawan bid’ah dan kebathilan.

2. Aspek Keilmuan

Allah memuliakan manusia dengan akal dan kemampuan untuk belajar dan menjadikan ilmu sebagai penunjang kepemimpinan manusia di bumi. Islam datang dengan anjuran agar manusia berpikir, melakukan analisis, dan melarang untuk sekadar ikut-ikutan atau taklid. Islam mewajibkan berpikir dan belajar sebagai dua aktivitas yang diwajibkan untuk pemeluknya.  Sistem dan proses pendidikan harus didasarkan pada hal-hal berikut:

  • Memvariasikan ragam belajar agar mencakup segala bidang, baik agama maupun umum, sastra maupun teknologi, dan mengupayakan analisis berbagai ilmu secara mendalam sehingga lahirlah cendekiawan muslim andal yang memiliki spesialisasi dalam berbagai bidang
  • Materi Islam harus menjadi materi pokok dalam semua tingkatan sekolah.
  • Menyiapkan pengajar-pengajar yang shalih dan professional, yang mampu menciptakan kurikulum yang baik dan menyiapkan buku panduan yang sesuai dengan dunia nyata.
  • Tujuan pendidikan harus berdasarkan asas pembentukan manusia yang shalih, yaitu:

¨      Membentuk pribadi muslim yang utuh dan khas (syakhsiyah Islamiyah mutakamilah)

¨      Menjadi da’i yang andal dan murobi teladan (syakhsiyah da’iyah murobbiyah mutamayyizah)

¨      Menjadi pribadi bersih, peduli, professional dan melayani (syakhsiyah ijtimaiyah)

¨      Menjadi politisi bermoral (syakhsiyah dauliyah) yang siap menjadi pelopor perubahan.

  • Menciptakan pusat ilmiah internasional yang didedikasikan untuk pengetahuan islam.

3. Aspek Sosial

Islam adalah agama yang peduli terhadap masalah sosial. Islam berupaya untuk membentuk manusia yang shalih dan menciptakan pribadi yang shalih pula. Bahkan, Islam berpandangan bahwa keshalihan masyarakat (sosial) mutlak diperlukan demi keshalihan individu. Islam tidak menyetujui adanya manusia yang menyendiri dan mengasingkan diri dari masyarakat. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam aspek sosial ini adalah:

  • Perhatian terhadap masalah kepemudaan yang merupakan generasi penerus.
  • Perhatian terhadap masalah perempuan agar mereka kembali kepada fitrah dan tugas mereka yang sesungguhnya dan yang mulia, yaitu sebagai gadis yang sopan istri yang shalihah dan ibu yang utama.
  • Menentang perilaku lelaki yang menyerupai perempuan dan sebaliknya.

4. Aspek Ekonomi.

Islam membentuk aturan ekonomi dan mengakui kepemilikan pribadi, karena hal itu merupakan naluri manusia. Namun, Islam meletakkan aturan dan batasan dalam memperoleh harta. Salah satu rukun Islam juga berhubungan dengan masalah ekonomi, yaitu zakat. Dan salah satu dosa besar adalah riba. Jadi sangat penting untuk menanamkan pemahaman kepada masyarakat agar menjauhi riba dan sebisa mungkin melakukan kegiatan ekononominya dengan ekonomi Islam. Ekonomi Islam itu berbeda dengan Ekonomi Liberal, ataupun sosialisme. Bukan pula sintetis dari kedua ekonomi tersebut, seperti yang terjadi di Jerman, Mazhab ekonominya adalah gabungan antara liberalism dan sosialisme. Tapi Ekonomi Islam itu tidak demikian.

5.  Aspek politik

  • Menjauhkan dari infiltrasi pemikiran barat yang berprinsip atas sekularisme, pemisahan agama dan negara. Selanjutnya berusaha kembali kepada pemikiran Islam yang murni.
  • Dalam Islam, politik tidak terpisah dari akidah, syariat dan akhlak. Semuanya saling berkaitan.
  • Mengoptimalkan kemampuan dalam hukum Islam, udang-undang, dan politik untuk merealisasikan sebuah undang-undang Islam.
  • Memilih poilitisi yang bisa dipercaya dalam menjalankan tugasnya dengan baik.
  • Seorang politisi dan wakil rakyat yang diangkat haruslah mereka yang memiliki integritas dan komitmen tinggi terhadap Islam.

Peran pemikiran yang mereka lancarkan sebenarnya adalah pemikiran yang lemah dan tidak berarti apa-apa jika landasan iman dan pengetahuan kita tentang islam telah kuat. Karena sesungguhnya akal manusia selamanya tak akan mampu mengalahkan wahyu yang datang dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Wallahu a’lam bish showab.

-Yoga Pratama-Gambar

…………………………

Daftar referensi:

 

Penyesatan Opini: Adian Husaini, M. A

Konsep Islam Solusi Utama Bagi Umat: DR. Yusuf Al Qardhawi

Quantum Tarbiyah: Solikhin Abu Izzudin

http://firmanazka.blogspot.com

http://dakwatuna.com